(Belajar Bahasa Jepang) Huruf Hiragana dan Katakana

Salah satu hal mendasar yang perlu dipelajari dari bahasa Jepang adalah hurufnya. Sebelum memulai pembahasan tentang pelajaran Bahasa Jepang dasar, maka dasar dari segala dasar ini perlu dipelajari dan dihapalkan terlebih dahulu. 

Sebelumnya, perlu kita ketahui bahwa di dalam bahasa Jepang ada empat jenis huruf :
  • Hiragana
Huruf Hiragana adalah huruf yang digunakan untuk menuliskan kata-kata asli dari bahasa Jepang. Namun, pada tingkatan yang lebih lanjut, maka biasanya digunakan huruf Kanji yang jauh lebih kompleks.
  • Katakana
Huruf Katakana adalah huruf yang digunakan untuk menuliskan kata-kata serapan dari bahasa asing, termasuk nama-nama orang asing, termasuk nama kami ファリド yang kalau dibaca jadi Farid.
  • Kanji
Huruf Kanji adalah huruf serapan dari huruf china, yang beberapa di antaranya berasal dari konversi gambar tertentu. Pada tingkatan bahasa Jepang yang lebih lanjut diharuskan mampu untuk membaca kanji, yang tentunya harus dihafalkan secara bertahap karena jumlahnya sampai ribuan. Biasanya tiap satu huruf kanji memiliki satu arti tertentu, yang artinya bisa berubah jika digabungkan dengan huruf kanji yang lain.
  • Romaji
Huruf Romaji adalah huruf latin, yang biasa kita gunakan sehari-hari.


Huruf Hiragana


Pertama-tama kita akan membahas tentang huruf Hiragana, ada 46 huruf dasar yang harus dihapalkan







Jika telah selesai dalam menghapalkan huruf tersebut, maka langkah selanjutnya adalah mempelajari huruf-huruf tertentu yang diberi tanda 「◦」dan 「〃」pada bagian kanan atas dari huruf-huruf tertentu. Huruf-huruf yang dimaksud adalah huruf dengan basis bunyi t 「た、ち、つ、て、と」, h 「は、ひ、ふ、へ、ほ」, dan k 「か、き、く、け、こ」seperti contoh yang ada di bawah ini :


Hal berikutnya yang perlu diketahui adalah penggunaan huruf 「ゃ、ゅ、ょ」yang ukurannya lebih kecil. Beberapa di antara huruf yang bisa disandingkan huruf-huruf tersebut adalah huruf-huruf yang ada di bawah ini. 



Hal berikutnya yang perlu kita pelajari adalah beberapa huruf yang dibaca panjang karena diikuti dengan huruf-huruf vokal di belakangnya. Misalnya adalah kata 「さとう」satou, dibaca sato dengan nada o panjang, atau contoh lain adalah 「とけい」tokei, dibaca toke dengan nada e panjang. Jadi, jika huruf-huruf vokal tersebut bertemu akan dibaca panjang. Aturan-aturannya adalah sebagai berikut:
  1. a bertemu a, maka a dibaca panjang
  2. i bertemu i, maka i dibaca panjang
  3. u bertemu u, maka u dibaca panjang
  4. e bertemu i atau e, maka e dibaca panjang
  5. o bertemu u atau o, maka o dibaca panjang


Huruf Katakana

Berikutnya, huruf dasar katakana juga ada 46 seperti halnya huruf Hiragana




Aturan-aturan yang berlaku pada huruf katakana sama seperti yang berlaku pada huruf hiragana tentang penggunaan tanda「◦」dan 「〃」, maupun penggunaan huruf 「ャ、ュ、ョ」




Aturan berikutnya adalah aturan dalam membaca panjang huruf-huruf katakana. Sedikit berbeda dengan penggunaan huruf katakana adalah untuk membaca panjang tidak digunakan huruf seperti halnya hiragana, tapi digunakan garis tengah 「-」seperti ini. Contoh, 「カード」kaado yang artinya kartu, atau 「エレベーター」erebeetaa yang artinya elevator.

Previous
Next Post »